Sebenarnya ada baiknya juga jika aku berada di luarmu. Di luar menjadikanku lebih objektif melihat permasalahan ini. Dan pikiranku pun tidak terlalu terbebani oleh beratnya persoalanmu sendiri. Karena sebenarnya semua bermula dari kamu. Ya kamu...yang telah melakukan hal yang tak pernah ku duga sebelumnya. Flashback ke belakang, sebenarnya dari awal kau bisa melepaskannya. Waktu itu sangat panjang sekali. Atau mungkin kau takut kehilanganku hingga berjaga-jaga jika ku melepasmu kau bisa kembali kepadanya. Akupun betapa bodohnya saat itu yang membiarkanku terperangkap dalam sarangmu. Jaring laba-laba yang semakin ingin ku lepas, maka semakin kuat jaring itu. Entahlah, aku juga tidak tahu keadaan yang sebenarnya. Terlalu perih untuk di ingat. Terlalu sakit untuk kufikirkan. Biarlah....semua tinggal aku jalani ke depan. Apapun yang akan terjadi.
Mantapkan diri, saatnya untuk mundur saja. Diri ini tidak siap untuk melaksanakan tugas. Meninggalkan mereka yang masih membutuhkan aku. Akupun tak sanggup untuk menitipkan tanggung jawab terhadap mereka pada orang lain walau mereka orang terdekat sekalipun. Maafkan aku
Apapun yang akan terjadi di depan, semuanya harus dipersiapkan. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Semuanya harus dipasrahkan. Agar tidak terlalu berat di hati. Terkadang apa yang kita sangkakan tidak sesuai. Terkadang apa yang kita perkirakan meleset jauh. Seperti halnya kala itu, aku mengira habislah semuanya. Hanya tinggal aku Dan mereka. Ternyata Tuhan masih melindungiku. Dengan caranya. Dan aku bisa bertahan. Demikian pula saat ini, aku tak boleh terlalu menyakitinya walaupun aku pernah tersakiti. Karena ke depan tak ada yang tahu. Apakah bersama lagi atau sudah harus menghentikan laju kapal ini. Aku hanya memiliki mereka yang harus tetap aku perjuangkan. Selah apapun atau sesakit apapun, aku tidak bisa meninggalkan mereka. Masa depan mereka masih panjang. Kalau tak bisa kau perjuangkan maka lepaskan kami dan biarkan kami berjuang bersama-sama. Dengan sisa tenaga yang ku miliki. Aku akan terus bertahan. Menata kembali yang telah kau obrak...
Komentar
Posting Komentar